Terserang Hama Wereng, Puluhan Hektar Tanaman Padi Dibakar


KANALPONOROGO - Sejumlah petani Desa Jarak, Kecamatan Siman, Ponorogo membakar puluhan hektar tanaman padi miliknya, lantaran mati diserang hama wereng coklat, Kamis (19/02/2015). Dengan adanya serangan wereng tersebut, petanipun merasa rugi dan terancam gagal panen.

Selain itu, merasa sudah putus asa dan jengkel atas apa yang menimpa tanaman padinya tersebut, berbagai upaya penyemprotan menggunakan bermacam - macam obat, ternyata tidak membuahkan hasil. Merekapun khawatir jika dibiarkan justru akan menular ke tanaman padi milik tetangganya yang belum terserang hama wereng coklat ini. “Ya sudah kering dan mati mas, kita bakar, karena takut akan menjalar ke padi milik tetangga yang belum terserang hama wereng,”ucap Suparwan, salah satu petani setempat kepada kanalponorogo.com.

Salah satu warga mengaku, serangan hama wereng yang melanda tanaman padi miliknya ini telah dilaporkanya kepada Petugas Penyuluh Lapangan(PPL) Kecamatan Siman, sekitar dua pekan yang lalu. Namun menurut pengakuan petani, mereka mendapatkan jawaban yang kurang menyenangkan, para petugas penyuluh lapangan setempat mengaku masih sibuk, sehingga ketika serangan hama wereng sudah meluas dan hampir semua tanaman padi miliknya mengering dan mati, merekapun lantas membakarnya.

Serangan hama wereng sendiri, menyerang  pangkal batang hingga ujungnya, sehingga semua membusuk, bahkan daun dan bulirnyapun kekuning-kuningan mengering. Petani mengaku bahwa sampai sekarang belum ada tindakan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo melalui dinas terkait. Bahkan mereka juga mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan obat-obatan untuk membasmi hama wereng yang menyerang tanaman padi miliknya.

Sementara untuk modal biaya tanam musim ini, tak sedikit dari petani ini mengaku jika modal dia dapatkan dari pinjaman bank, sehingga merekapun merasa bingung, bagaimana nantinya akan mengembalikan pinjamanya di bank. Karena sudah dapat dipastikan tanaman padi yang diatanamnya pada musim ini gagal panen. “Bingung mas, modal yang kita pakai untuk biaya tanam padi ini berasal dari pinjaman bank, kalau sudah begini mau bagaimana lagi, dipastikan akan gagal panen, dan kita tidak bisa mendapatkan hasil apa-apa, jelas kita merugi,”tegas Suparwan.

Tak hanya mengaku jengkel dan kecewa, petani masih berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk membantu mereka. Apalagi saat ini pemerintah pusat sedang menggalakan program swasembada pangan.(K-1)





ADS

No comments:

Write a Comment


Top