Sambangi Petani Ponorogo, Jokowi Janjikan Kenaikan HPP Gabah


KANALPONOROGO - Kedatangan  Presiden  Joko Widodo  di Ponorogo untuk melakukan panen raya  padi di Desa Karanggebang,  Kecamatan Jetis, Ponorogo  didampingi menteri pertanian  Amran  Sulaiman, Jumat(06/03/2015) menyebut bahwa Jawa Timur adalah sebagai penyangga beras terbesar secara nasional.

Menteri pertanian, Amran menyampaikan untuk mencapai swasembada pangan, kementrian pertanian  menggandeng sejumlah pihak, di antarannya TNI, perguruan tinggi dan pihak - pihak lainnya.

“Kita perjuangkan ini untuk memperbaiki infrastruktur pertanian, pupuk, benih, dan alat pertanian,”ucapnya.

Dengan gerakan tersebut  ada peningkatan produktivitas padi hingga 30 %.  Terpenting ada kenaikan yang signifikan untuk produksi padi. Dimana Jawa timur merupakan  penyangga beras atau pangan terbesar seluruh Indonesia.

Data dari Kementrian Pertanian RI untuk Jawa  adalah 51,61 %  penyangga beras atau pangan  nasional. Rinciannya  Jawa Timur  12,4 %, disusul Jawa Barat 11,5% dan Jawa Tengah 9,6 %.

Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman yang turut hadir di lokasi panen raya menyatakan, kedatangan presiden ke Ponorogo adalah pembuktian adanya kenaikan hasil pertanian atas upaya peningkatan produksi pertanian. Di antaranya dengan pembagian traktor, pemotongan jalur distribusi pupuk, dan perbaikan irigasi.

“Tiga bulan lalu itu kita mulai di seluruh Indonesia. Sekarang mulai kita lihat hasilnya. Kami mencatat di berbagai daerah terjadi kenaikan panen hingga 30% di daerah-daerah tertentu. Memang tidak semuanya, tapi kita lihat ada kenaikan sigifikan, tinggal terus dilanjutkan sampai tercapai swasembada pangan,” ujar Amran.

Pada tiga bulan ini, diperkirakan, akan ada panen padi sebesar 3,5 juta ton di Jawa Timur pada satu musim panen kali ini. Yaitu dari sekitar 527 ribu hektare lahan sawah yang ada.

Amran menambahkan, selain berbagai langkah tersebut, saat ini pihaknya juga menggandeng pihak-pihak untuk bisa terlibat dalam upaya swasembada pangan ini. Mulai dari TNI, para dosen, profesor dan 8 ribuan mahasiswa, 39 ribu anggota KTNA dan unsur-unsur kemasyarakatan yang lain. “Itu totalitas kita,” ujarnya.


Sementara Presiden Jokowi usai menggelar dialog dengan para petani Ponorogo, mengatakan, selain menjanjikan menjanjikan segara akan menaikan HPP gabah, juga akan segera melakukan perbaikan irigasi.

Dikatakannya, saat ini terdapat 1,5 juta hektare sawah yang irigasinya rusak. Hal ini tentu menghambat produksi pangan. “Tapi sekarang ini 30%-nya sudah diperbaiki, tinggal 70%. Dananya sudah ada, maka petani harus semangat berproduksi, semangat memelihara. Kalau sudah panen dan produksi meningkat maka tidak perlu ada impor beras, swasembada pangan,” katanya.

Persoalan lain yang juga dijanjikan Presiden Jokowi adalah penutupan kran impor pangan. Menurutnya, hal ini harus didorong oleh produksi pangan yang tinggi. Caranya, kata Presiden Jokowi, adalah peningkatan efisiensi dalam proses produksi. Di antaranya dengan penggunakan alat mesin pertanian (alsintan).

Misalnya dengan penggunaan traktor tangan, alat penananam padi sampai alat pemanen padi. Dengan alsintan yang ada, maka ongkos produksi bisa ditekan namun hasilnya bisa lebih optimal dan terjadi peningkatan. Angka susut saat proses panen bisa turun ke angka sekitar 8% dari angka susut saat ini yagn rata-rata di atas 10%.

Saat berada di persawahan tersebut, Presiden Jokowi sempat mencoba alat penanam padi rice tranplanter dan alat pemanen padi combined harvester. Kedua alat ini diyakini bisa meningkatkan efisiensi dalam bertani.

Presiden Jokowi juga membagikan sebanyak 3.000 buah traktor tangan dan pompa air kepada petani di Ponorogo. Traktor ini menjadi bagian dari 41 ribu traktor tangan yang dibagikan ke seluruh petani di Indonesia.


Usai dari Kecamatan Jetis, Presiden Jokowi dan rombongan melanjutkan kunjungan kerjanya dengan melakukan panen jagung dan menanam kedelai di Desa Sidoharjo, Kecamatan Pulung, Ponorogo. Kunjungan dilanjutkan dengan meninjau pabrik alsintan di Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun dan menungunjungi PT INKA di Kota Madiun.(K-1)


ADS

No comments:

Write a Comment


Top