Kakek Jompo dan Nenek Buta Tak Terima Bantuan Kompensasi Kenaikan BBM

KANALPONOROGO.COM - Duduk di kursi kayu diteras rumah berdinding anyaman bambu yang bolong disana-sini, Samiyem warga Dusun Sampung Kidul, Desa/Kecamatan Sampung, Ponorogo Jatim ini nampak seperti bingung saat kanalponorogo.com bertandang ke rumahnya.
Mbah Samiyem masih nampak seperti orang bingung kendati reporter kanalponorogo.com berusaha untuk menyapanya, mendengar sapaan yang mungkin masih asing didengarnya, Mbah Samiyem tengok sana- sini, mencari asal sapaan. Usut punya usut ternyata nenek yang saat duduk memegangi tongkat ini ternyata tidak bisa melihat alias buta.
Nenek renta yang tinggal bersama dengan kakak laki-lakinya Katijo yang sudah jompo dan adik perempuanya Katemi menggantungkan hidupnya kepada Katemi yang dalam keseharianya bekerja sebagai buruh tani didesanya.
Melihat kedatangan reporter kanalponorogo mengambil gambar Mbah Samiyem menggunakan kamera, sontak tetangga kanan kiri berdatangan dan menanyakannya. Setelah tahu bahwa yang datang adalah wartawan, merekapun langsung berucap,”kasihan lho mas, mereka bertiga tidak ada yang mendapatkan bantuan dari pemerintah,”celetuk salah satu ibu-ibu yang bergerombol didepan rumah Mbah Samiyem.
Kehidupan nenek yang buta dari usia 23 betul-betul memprihatinkan, dirumah reyot berlantai tanah ini tak ditemui perabotan yang layak, hanya sebuah kursi dan meja kayu, yang diatasnya terdapat nasi dan lauk pemberian tetangganya.
https://ssl.gstatic.com/ui/v1/icons/mail/images/cleardot.gifNenek buta yang tinggal di wilayah gersang penghasil batu gamping ini adalah salah satu diantara sekian banyak warga miskin di Ponorogo yang tidak menerima bantuan kompensasi kenaikan bahan bakar minyak (BBM). Masih banyak warga lain yang tidak menerima bantuan tersebut.
Salah satunya adalah Karmi (60) janda yang hidup sendiri ini juga tidak menerima bantuan bagi warga miskin yang digulirkan pemerintahan Jokowi ini, bahkan  Linda Nugroho (30) pemuda yang sakit-sakitan dan tidak memiliki rumah dan hanya tinggal dirumah saudaranya yang kebetulan kosong inipun hanya bisa menelan ludah saat beberapa tetangganya berangkat ke balai desa untuk mengambil bantuan kompensasi kenaikan bahan bakar minyak ini.
“Saya sangat kecewa mas, wong yang lain menerima kok kita gak menerima, padahal sebagian justru memiliki sawah yang luas dan rumah yang bagus,”ucap pemuda yang tinggal satu kampung dengan Mbah Samiyem ini. # arso




ADS

No comments:

Write a Comment


Top