Operasi Tangkap Tangan, Pejabat Kemenag Madiun Bagikan Uang


KANALPONOROGO- Polres Madiun masih melakukan pengumpulan bukti tambahan terkait seorang pejabat Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Madiun tertangkap tangan membawa uang belasan juta rupiah. Uang itu hasil pemotongan sertifikasi guru dari lingkungan Kemenag ditempatkan di sekolah negeri dari dari SD, SMP, SMA atau SMK, uang itu sempat dibagikan ke sejumlah pejabat Kemenag setempat.


“Kami memang tengah menangani kasus itu, saat ini masih mengumpulkan sejumlah bukti tambahan hingga meminta keterangan sejumlah pejabat Kemenag Kabupaten Madiun. Langkah awal dianggap sudah cukup bukti, kami dalam waktu dekat lakukan ekspose,” ujar Kapolres Madiun AKBP Denny Setya Nugraha Nasution, Jum’at (6/2).


Ia mengatakan langkah elanjutnya penanganan ditingkat hingga disampaikan rilis bagi rekan-rekan wartawan. “Saya belum bisa banyak sampaikan soal itu, tunggu saja tanggal mainnya. Sabar saja, pasti nanti dirilis. Atas kejadian itu, saya sesalkan, apalagi informasinya sempat berjalan sejak lama atau beberapa tahun lalu,” tandas Kapolres Madiun.


Informasi diperoleh menyebutkan pemotongan uang sertifikasi bagi guru agama asal Kemenag ditempatkan di sekolah negeri itu berlangsung sejak 2010 lalu, modusnya uang ditarik oknum pejabat Kemenag Kabupaten Madiun atau disetorkan sang guru sendiri. Selanjutnya, uang itu hanya sebagian saja dipakai untuk pembangunan fasum, sisanya dibagikan kepada pejabat Kemenag Kabupaten Madiun.


Dalam operasi tangkap tangan itu, seorang pejabat Kemenag Kabupaten Madiun tengah membawa uang senilai Rp 13 juta lebih, dari pemotongan uang sertifikasi guru-guru. Operasi tangkap tangan itu berlangsung medio awal Januari 2015 lalu, namun sempat dibantah sejumlah pejabat Kemenag Kabupaten Madiun.

“Saat penangkapan tangan itu pada siang hari itu, uang sempat dibagikan kepada pimpinan Kemenag. Hal itu diakui sipembawa uang, kemudian uang terlanjur diberikan kepala pimpinan Kemenag Kabupaten itu dikembalikan lagi untuk kepentingan penyidikan. Saat ditangkap, sipembawa uang hanya bisa terkejut, sempat berdalih untuk pembangunan fasum,” ujar sumber terdekat di Polres Madiun.

Terpisah, Kepala Kemenag (Kakanmeng) Kabupaten Madiun Hafidz Bakrie membenarkan dirinya bersama sejumlah pejabat Kemenag lain dimintai keterangan penyidik Polres Madiun terkait soal itu (pemotongan). “Saya tidak pernah mengintruksikan pemotongan dana itu. Kalau sumbangan untuk pembangunan fasum dari para guru memang ada, soalnya memang kami tawarkan,” ujarnya. (K-2)



ADS

No comments:

Write a Comment


Top