Kanal Ponorogo »
sosial
»
Penghuni Kedung Banteng Belum Siap Ditutup
Penghuni Kedung Banteng Belum Siap Ditutup
Posted by Kanal Ponorogo on 23 February, 2015 |
sosial
KANALPONOROGO -Penghuni lokalisasi
Kedung Banteng, yang berada di Desa Kedung Banteng, Kecamatan Sukorejo,
Ponorogo, belum siap bila disuruh hengkang dan menutup tempat mereka mencari
nafkah selama ini.
“Kalau ditanya, ya pasti tidak siap.
Kalau anak asuh (sebutan untuk para wanita tuna susila, WTS), paling ya keluar
dari kompleks tapi kerja lagi di warung remang. Warung remang jumlahnya lebih
banyak daripada rumah-rumah di kompleks ini,” ungkap Ketua Kompleks Lokalisasi
Kedung Banteng Nyoto.
Menurutnya, dana untuk modal usaha atau
bantuan yang akan diberikan kepada para WTS maupun warga terdampak penutupan,
belum bisa mengentaskan mereka dari kondisi yang saat ini memaksa mereka untuk
melakukan kegiatan prostitusi. Para WTS belum memiliki keterampilan atau
keahlian yang memungkinkan untuk keluar dari dunia pelacuran.
“Dari sisi besaran uang, pesangon itu
terlalu kecil. Ujung-ujungnya, anak-anak itu ya kembai lagi pada kerjaan yang
lama. Bahkan mereka sudah berseloroh, kompleks (pelacuran) tidak hanya Kedung
Banteng, begitu katanya,” ujar Nyoto.
Namun Nyoto menyatakan, sejauh ini para
penghuni tidak akan menolak rencana penutupan ini. “Tidak akan melawan.
Kita manut(menurut) saja kehendak pemerintah. Toh, di luar juga
masih bisa saja kok kalau mau buka usaha seperti ini,” katanya.
W, 37, salah satu WTS di lokalisasi
tersebut mengaku, saat ini ia masih belum memiliki sikap terkait rencana
penutupan yang sudah hampir pasti terlaksana tersebut. Ia tidak tahu harus
berbuat apa untuk bisa bertahan hidup.
“Nggak tahu harus ngapain.
Mau buka warung modal dari pesangon terlalu kecil. Paling-paling larinya ya ke
situ-situ juga (pelacuran). Nggak tahu ke kompleks mana, warung yang mana. Anak
saya tiga, suami sudah meninggal, siapa yang mau cari duit buat mereka,”
ujarnya.(K-1)
ADS






No comments: