Sentra Telephone Kejari Ponorogo Dirusak Orang Tak Bertanggungjawab



KANALPONOROGO - Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo mengalami perusakan jaringan telepon pada sentralnya, yang berada dalam sebuah kotak kaca didekat toilet kantor Kejari Ponorogo dan mengakibatkan matinya jaringan selama beberapa hari ini terjadi dua kali dalam dua bulan terakhir.

Salah satu staf Kejari Ponorogo membenarkan informasi perusakan jaringan telepon di kantornya. Kejadian ini berlangsung dua kali dalam kurun waktu dua bulan terakhir. Semula, matinya jaringan telepon diperkirakan hanya akibat petir atau putusnya kabel di luar kantor.

“Tapi setelah dicek oleh petugas dari Telkom, jaringan dalam yang mengatur telepon antar ruangan sampai keluar kantor bukan rusak oleh petir. Kata petugas itu, sentral jaringan telepon kantor itu dirusak oleh orang. Ada tanda-tanda jelas bekas perusakan. Tapi kemudian kami perbaiki, habis sekitar Rp 6 juta,” ujar staf Kejari Ponorogo tersebut.

Kasi Intelijen Kejari Ponorogo Agus Kurniawan menyatakan, untuk setiap kejadian yang ada, termasuk dugaan sabotase mobil operasional telah dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi.

“Kemarin sudah langsung kami laporkan melalui fax. Ini sebagai Lapinhar (Laporan Intelijen Harian) kami. Atasan sudah tahu,” ujarnya.

Kejadian perusakan jaringan telephon milik Kejaksaan Negeri (Kejari) tersebut juga didengar Polres, namun hingga kini menurut AKP Hasran Kasat Reskrim Polres Ponorogo, tidak dilaporkan kepada Polres,“kami dengar itu tapi tidak dilaporkan,” ujar AKP Hasran.

Perwira berdarah Sulawesi ini menyarankan agar semua staf di Kejari Ponorogo meningkatkan pengamanan dan kewaspadaan terkait adanya kejadian ini. Terutama pengawasan terhadap tamu-tamu atau orang-orang yang keluar masuk kantor kejaksaan.

“Harus dimaksimalkan pengawasannya. Baik di jam kantor maupun di luar jam-jam kerja seperti malam hari. Pengamanan harus ditingkatkan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Kalau ada apa-apa, kejaksaan bisa langsung koordinasi dengan kami,” ungkapnya(K-2)



ADS

No comments:

Write a Comment


Top