PDIP Kawal Proses Hukum Kasus Pencemaran di Medsos Facebook


KANALPONOROGO-Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Tetap menindaklanjuti pelaporan ke pihak berwajib atas tindakan kurang menyenangkan yang dilakukan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (Bapemas Pemdes) Kabupaten Ponorogo Najib Susilo yang dinilai mendiskreditkan PDIP.

Sekretaris DPC PDIP Ponorogo Agung Priyanto dengan tegas menyatakan, bahwa pihak PDIP tetap melanjutkan proses tersebut secara hukum. Meski sebelumnya diakui secara personal Najib Susilo telah meminta maaf terhadap dirinya dan Ketua DPC yakni Agus Widodo dua hari setelah pelaporan.

“Secara pribadi sebagai manusia saya memaafkan. Tapi ini kan permasalahan organisasi, maka secara organisasi ya tetap dilanjutkan karena kita punya prosedur organisasi. Bahkan dari DPD PDIP Jatim juga bakal ikut mengawal kasus ini,” ujarnya.

Agus menegaskan bahwa kejadian ini sudah masuk dalam urusan organisasi, sampai kapanpun harus melalui organisasi. Tidak bakal selesai jika hanya diselesaikan pada masing-masing personalnya. Terlebih PDIP organisasi besar mengingat sebagai pemenang pemilu.

“Ini organisasi besar, dan apapun itu membawa konsekuensi besar dalam membawa sesuatu. Jika mau menghapus akun silahkan, kita juga sudah punya backup. Itu sama saja dengan menghilangkan barang bukti. Target dari kita selain sebagai shock terapy bagi siapapun, apalagi pejabat publik (PNS) punya pangkat agar jangan sampai membuat tautan yang meresahkan masyarakat. Yang jelas nanti DPD juga akan bantu termasuk dalam pendampingan hukum pada kasus ini,” ujarnya.

Sementara, terkait dengan laporan dari PDI P Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Hasran menjelaskan bahwa saat ini masih baru dilakukan analisa dan evaluasi. Diantaranya akun facebook apakah benar dari yang bersangkutan itu perlu dilakukan analisa. Untuk pemeriksaan tetap akan dilakukan tapi dalam kapasitas saksi.

“Yang jelas kita tahap pembuktian, akan memanggil pihak terlapor untuk diklarifikasi. Meski dari informasi saat ini akun facebook tersebut sudah ditutup itu urusan belakang. Yang jelas kita tahap pembuktian yang bersangkutan pernah membuka akun facebook, termasuk siapa-siapa yang berteman dan membuka facebook tersebut,” ujarnya.(K-5)



ADS

No comments:

Write a Comment


Top