Pimpinan Pondok Pesantren Al Ghozali Ponorogo, KH. Adnan Qohar Wafat


KANALPONOROGO-Di tengah sibuk mempersiapkan diri mengikuti Muktamar ke 33 NU, warga Nahdliyin Ponorogo berduka. Kiai  kharismatik KH.Adnan Qohar, pemimpin Pondok Pesantren Al Ghozali Cokromenggalan Ponorogo, menghadap Illahi. Kiai Adnan, yang akrab disapa dengan Kiai Ngadenan, wafat pada Selasa sore (14/4), setelah menderita sakit.

Diiringi oleh ratusan jamaah dan warga Nahldiyin Ponorogo, Rabu (15/4), jasad kiai berusia 70 tahun itu, dimakamkan di belakang Masjid Al Ghozali, lingkungan pondok. Sedianya akan dimakamkan pada malam setelah dinyatakan wafat, namun karena malam itu hujan deras maka ditunda keesokan harinya.

“ Maunya tadi malam langsung dimakamkan, tapi karena hujan, baru hari ini,” kata salah seorang kerabat kiai.

Dalam pelepasan jenazah kiai yang aktif berdakwah dari kampung ke kampung itu, para ulama menyatakan sangat kehilangan sosok kiai yang sudah aktif bergabung dalam organisasi NU sejak masih remaja.

“Almarhum adalah milik kita semua, kita khususnya keluarga besar PC NU Ponorogo sangat kehilangan. Sejak pelajar sudah aktif berorganisasi di IPNU, Ansor hingga saat ini menjadi Mustatsyar NU Cabang.Kami ikhlaskan beliau karena sudah kehendak Allah, semoga diberikan tempat terbak di sisiNya,” kata H.Muhatim, ketua PC NU Ponorogo, yang melepas jenazah.

Almarhum selama hidupnya mendedikasikan diri sebagai pendidik dan juga pendakwah. Dengan gaya dakwahnya yang sering diwarnai joke, membuat jamaah menyukai dakwahnya.

Meninggalkan seorang istri, 4 orang anak dan 5 orang cucu, Kiai Ngadenan berhasil membangun pondok pesantren  di tengah kota Ponorogo. Juga masjid yang sangat besar di lingkungan pondok, Masjid Al Ghozali.

Dengan wafatnya Kiai Ngadenan diharapkan estafet kepemimpinan Pondok Pesantren Al Ghozali dapat dilanjutkan oleh putra-putrinya berikut masjid yang berdiri megah itu. Pun estafet kepemimpinan di tubuh PC NU Ponorogo sendiri diharapkan juga berjalan dengan baik. Karena saat ini sudah banyak bermunculan kiai-kiai muda potensial yang berada di garis depan Nahdliyin Ponorogo.

“Banyak generasi muda kita yang mau meneruskan perjuangan kita dengan bergabung di PC NU. Dengan wafatnya Kiai Ngadenan ini berharap NU masih memiliki kiai-kiai muda yang mampu meneruskan etsafet kepemimpian organsiasi,” harap KH.M.Ansor Rusdi, wakil ketua PCNU yang sekaligus Ketua MUI Ponorogo itu.

Selain aktif berdakwah, Kiai Ngadenan selama ini dikenal dekat dengan tokoh politik di Ponorogo. Setiap menjelang pesta demokrasi sang Kiai “ selalu” menjadi rebutan parpol untuk dapat mendekati massa Nahdliyin khususnya.  

“ Pak Kiai Ngadenan itu tokoh yang bisa berbaur dengan berbagai golongan mau pun berbagai partai dan tokoh politik di Ponorogo. Belaiu salah satu pemersatu umaro dan umat di Ponorogo. Dengan kepergiannya kami merasa kehilangan, semoga khusnul khotimah,” kata Agung Priyanto, anggota DPRD Ponorogo dari Fraksi PDI Perjuangan.(K-4)



ADS

No comments:

Write a Comment


Top